RSS

What is Conflict ?

27 Mar

What is Conflict ?

Bjorn Moller

Ketika orang – orang berpikir tentang dunia konflik, pikiran mereka selalu tertuju kepada perang atau kekerasan, padahal konflik tidak hanya itu, mungkin kita tidak menyadari, karena konflik selalu ada dalam keseharian kita baik ditingkat pribadi ataupun hubungan dengan orang lain.

Konflik terjadi ketika 2 atau lebih orang ataupun grop mempunyai ketidaksamaan tujuan, konflik akan selalu ada di kehidupan kita karena Tuhan menciptakan umatnya tidak ada yang sama dan dengan keunikannya masing – masing, selain itu cara kita memandang kehidupan ini juga akan berbeda satu sama lainnya, dan karena inilah konflik sering terjadi.

Banyak kasusu konflik yang terjadi baik ditingkat personal sampai ke tingkat internasional, dan cara yang paling ampuh dalam menyelesaikan konflik adalah dengan berkomunikasi yang akan menghasilkan satu kesepakatana yang bisa diterima oleh semua pihak.

Satu hal yang juga perlu kita ketahui konflik bisa kita lihat sebagai alat untuk membuat diri seorang kreatif, konflik bisa membawa keadaan yang semuala tidak adil menjadi adil. Ketika konflik memuncak keadaan bisa menjadi lebih hangat ataupun lebih panas.

Tipe Konflik

Terdapat 4 tipe dari konflik.

1. No conflict

Bisa digambarkan seperti komunitas kedamaian terkadang terlihat seperti mengalami konflik, mereka memiliki kemapuan memecahkan konflik sebelum konflik berkembang

2. Surface conflict

Merupakan konflik dangkal yang bisa dikatakan tidak memiliki akar permasalahan, terjadi karena kesalahpahaman diantara komunitas, hal yang dibutuhkan dalam konflik ini adalah pemahaman opini dari masing – masing komunitas atau grup, atau individu.

3. Latent conflict

Konflik yang tidak terkuak ke permukaan, dan sebelum konflik ini jelas, permasalahannya dimana, maka dari itu konflik ini harus di buka secara terang – terangan terlebih dahulu.

4. Open conflict

Merupakan konflik yang sangat jelas dan memiliki akar permasalahan yang pasti, dan terkadang konflik ini telah turun menurun dari satu generasi kegenarasi lainnya.

Causes of conflict

Konflik berawal ketika orang – orang tidak setuju dengan apa permasalahan yang sedang berlansung. Permasalahan ini bisa seperti kepentingan perbatasan wilayah, bahasa, agama, sumber daya alam, politik, suku dll, yang bisa mencakup level antar pribadi, antar kelompok ataupun nasional dan internasional. Hal yang sanget mempengaruhi konflik adalah power yang bisa diartikan sebagai kekuatan ataupun kekuasaan.

Power adalah kemampuan  atau kapasitas untuk melakukan sesuatu atau mempengaruhi dan mengontrol apa yang ia inginkan. Hal sangat menentukan para pembuat kebijakan, semakin besar power yang ia miliki maka pengaruhnya dalam kebijakan tersebut akan semakin jelas dan sebaliknya, .

Power tidak hanya diartikan sebagai penguasaan terhadap kepemilikan militer, hal yang juga bisa dikatakan sebagai power adalah uang, penguasaan jaringan interaksi ( link ) penguasaan informasi, otoritas, pengerahuan, keamanan, dan akses terhadap sumber daya alam.

Power yang dimiliki oleh seseorang ataupun negara bisa dimanfaatkan oleh pihak lain seandainya pihak yang memiliki power ini tidak menyadari jika ia memiliki power atau kekuatan, atau mereka tidak mengetahui kalau mereka memiliki kekuatan.

Konflik terjadi ketika keseimbangan kekuatan antara kelompok kepentingan tidak mencapai kesepakatan.

Power bisa kita lihat dari 2 bagian yaitu : Hard power dan Soft power.

Hard power sering diartikan sebagai kemampuan untuk memerintah dan menyerang biasanya di representasikan dengan kekuatan militer,atau kemampuan mendominasi disebuah konflik.

Soft power diartikan sebagai kemampuan untuk melakukan kerjasama.

Stages of conflict

Pre conflict

Confrontation

Crisis

Outcome

Agreement

Finding solutions

Mutual understanding

Communication channel opened

Post conflict

How people respond to conflict

Orang akan menanggapi konflik dengan berbagai cara, tergantung kepada seberapa penting hubungannya dengan pihak yang berkonflik, dan seberapa besar kekuatan yang dia miliki,

Respon konflik bisa kita lihat seperti :

Indifference

Jika pihak yang berkonflik sama – sama berpikir tujuan dari hubungannya tidak terlalu penting, maka pihak berkonflik akan saling acuh tak acuh, akan menganggap konflik seperti ada dan tiada.

Giving in

Pihak berkonflik akan memperbaiki hubungan mereka karena kepentingan dari pihak yang saling berkonflik tapi bisa juga diartikan sebagai tetap diam dan tidak mengetengahkan isu – su sebenarnya.

Forcing

Pihak yang mengedepankan emosi dan tujuan akhir adalah kemenangan, selain pihak yang menggunakan kekerasan merasa ia lah yang paling hebat dalam isu tersebut.

Compromising

Orang – orang akan berkimpromi jika mereka mengetahui mereka tidak bisa mencapai tujuan dengan sendirian,mereka akan bernegosiasi, dan sebisa mungkin akan tetap menjada hubungan baik dengan pihak lain.

Co – operating

Semua pihak menganggap saling menjaga hubungan dan tujuan merupakan hal yang penting, mereka percaya hubungan ini akan tercipta dengan baik tanpa menciptakan konflik.

Reconciliation

Pengendalian konflik melalui lembaga – lembaga tertentu, untuk memungkinkan adanya diskusi dan pengambilan keputusan oleh pihak yang bertikai.

Tahapan rekonsiliasi ( perbaikan konfliki ) untuk mencapai kedamaian yang berkesinambungan.

Conflict Theory

Oleh : Bjorn Moller

Level of Conflict

Konflik terjadi dalam berbagai tingkatan, baik secara internasional ataupun interpersonal, selain itu juga ada konflik yang terjadi antar negara dengan negara lain yang disebut dengan transnational konflik, serta konflik dengan kekerasan ataupun tidak dengan kekerasan, perbedaan antara konflik kekerasan dengan tanpa kekerasan sedikit susah untuk dibedakan.

 

 

Klasifikasi konflik Internasional Transnasional Intra – state Inter – personal
Dengan kekerasan Perang

Konflik Senjata

Perang dingin

Intervensi militer untuk mendukung kelompok pemberontak Perang sipil

Pemberantasan suatu kaum (genocide )

Kekerasan dalam rumah tangga

Tindakan kriminal

Non violent Sengketa politik

Konflik perdagangan

Sangsi diplomasi Kekacauan politik Diskriminasi sikap

Kita bisa membedakan level dari konflik dan bagaimana cara memperbaikinya dengan melihat ditingkat mana konflik tersebut terjadi.

International conflict : Clausewitzian and War Beyond

Konflik antar negara terjadi dalam berbagai permasalahan dan berbagai bentuk. Seperti permasalahan batas wilayah, sumber daya alam, politik kekuasaan dan lain – lain.

Dalam konsep ini perbedaan antara perang dan damai itu sangat tipis, sangat tipis kemungkinan untuk melihat secara jelas hubungan antara perang dengan negara, dimana hubungan itu saling menguntungkan, dalam konsep ini negara bediri diatas kepentingan perang, hal ini disebut Clausewitz sebagai kelanjutan dari ”maksud lain dari  kepentingan politik” .

Pertama dalam tatanan Clausewitz perang diartikan sebagai akhir dari sebuah politik, hal ini harus dilakukan dengan baik, contohnya peraturan, hal ini harus diatur sedemikian bagus untuk aplikasi dari “just war “ .

Kedua adalah perang Clausewitz haruslah “rational” harus dipandu oleh ilmu,untuk memperoleh apa yang diinginkan.

Ketiga adalah paradigm perang Clausewitz nerupaka perang penyatuan dari orang – orang, Negara dan militer.

Intra – state and transnational conflict

Perkembangan konflik sekarang kita lihat banyak yang terjadi dalam kelompok yang berada pada satu daerah atau negara yang disebut juga dengan konflik intra state. Yang disebabkan oleh saling emosi dan “ketidakcocokan” yang dimiliki oleh suatu kelompok kepentingan dinegara tersebut baik denga pemerintahnya atau kelompok kepentingan lain. Seperti yang kita lihat di Afrika, yang banyak terjadi konflik antar etnis, bahkan pada tingkatan interpersonalnya seperti kekerasan dalam rumah tangga.

Konflik intra – state dikatakan memasuki ranah internasional atau  konflik transnational  jika telah ada keterlibatan actor lain dalam konflik tersebut, berbagai cara bisa dilihat jika konflik intra state menjadi konflik transnatinal seperti :

–          Melalui “ intervensi kemanusian “ oleh kekuatan negara lain, seperti yang terjadi di Somalia dan Rwanda.

–          Didalam konflik etnik ( suku ) jika ada sekelompok organisasi yang menguasai suku dalam negara tersebut, dan merasa sukunya yang paling benar dibandingkan dengan negara lain.

–          Hubungan antara negara dengan kelompok suku lain, bisa jadi denga “proxy wars” atau tentara bayaran yang memiliki hubungan dengan etnik tersebut.

–          Pemberontakan yang tidak hanya bekerja pada wilayahnya sendiri tapi sudah melampaui batas negaranya.

The Regional Level

Konflik regional bisa terjadi antar negara yang saling berdekatan. Regional bisa jadi dipengaruhi oleh hubungan antara pecahnya hubungan internasioanal atau transnasional, tapi tidak hanya pada tingkatan regional pada umumnya yang  diabaikan dalam study HI tapi juga pengertian dan perbatasan dari wilayah yang kontroversi secara teoritik ataupun politik.

Ada criteria yang memungkinkan kita untuk menentukan batasan, pertama : liat secara geografis, dan negara tetangga yang dekat, meskipun hubungan antara orang, masyarakat, kedekatan tidak hanya tidak hanya dipermasalahan dari jarak fisik saja, tapi juga fungsi dari keadaan alam, keadaan infrastruktur , teknologi dan factor ekonomi.

Hal yang juga harus diperhatikan adalah criteria dari geografinya, ekosistem, dan persediaan arinya. Ketiga adalah budaya masyarakat setempat yang tidak sama dengan budaya lain, dan jikanini berbenturan maka akan terjadi isi dari hipotesa hunington.karena budaya disini tidak hanya diartikan dari seni budaya saja, tapi juga termasuk agama, ideology, dan etnik. Keempat adalah keberagaman yang dimiliki oleh setiap region akan mendatangkan suatu komunitas ditingkat region dalam permasalahan perpolitikan seperti ASEAN. Kelima adalah kita harus berpengetahuan dan memiliki criteria empiris, terhadap interaksi kita, terakhir adalah intensitas interaksi dan saling ketergantungan yang akan yang mendatangkan banyak tujuan kejahata, disini dituntut peran aktif president. Atau Barry buzan menyebutnya dengan security complect.

The roots of conflict

Conflict of interest

Meskipun didefenisikan sebagai  objective, tapi konflik ini bisa diidentifikasi, dari beberapa pendekatan dan teoritikal.

–          Marxis melihat permasalahan terjadi karena  kepemilikan lahan produksi, ekploitasi yang dilakukan oleh tuan tanah kepada pekerjanya.

–          Peneliti perdamaian norwegia berpendapat perampasan yang didasarkan kekerasan biasa terjadi pada kelompok yang unggul pada satu bidang tapi tidak unggul dalam bidang lainnya.

–          Menurut john burton setuju dengan pendapat bahwa kepentingan tertinggi dan mendasar adalah “kepentingan dasar manusia “tidak bisa dipisahkan di sifat alami manusia dan universal, karenanya tidak bisa ditawar .

Selain itu konflik kepentingan juga terjadi pada mereka yang memiliki dengan mereka yang tidak memiliki, ( they have and they haven’t ), Konflik kepentingan ditandai dengan adanya kelompok masyarakat yang mengejar tujuan yang tidak dapat diselaraskan. Karena kepentingan sangat  banyak ragam dan macammya. maka syarat hidup juga mengalami hal serupa karena itu semakin banyak kepentingan yang tidak terakomodasi. Konflik kepentingan ini terjadi bila dua kelompok ( kaya atau miskin ) menempuh kehidupan dengan memaksakan kehendak salah satu pihak sehingga kesenjangan syarat hidup antara mereka akan bertambah. Sebaliknya, tidak ada konflik, jika mereka saling hidup berdampingan, dunia pertama tidak mengekploitasi mereka yang hidup di dunia ketiga.

Conflict of value

Konflik karena perbedaan nilai sangat gampang terjadi, bisa diakibatkan oleh factor kepercayaan, budaya serta adat istiadat yang berbeda diantara kelompok ataupun negara.

Pada prinsipnya sangat mungkin untuk berkonflik melebihi nilai ataupun isu – isunya, karena masalah yang dihadapi seperti kesukuan, nasionalism, dan keagamaan.

Sikap kesukuan akan muncul dari kesamaan  karakteristik budaya, suatu hubungan dengan satu tanah tumpah darah dan kekompakan. Agama juga sering menjadi factor pemecah belah diantara etnis disuatu kaum, seperti konflik yang terjadi di Nigeria. Bentrokan antara islam dan orang – orang barat. Tapi disisi lain pegangan yang kuat terhadap keagamaan juga bisa mencegah pertikaian yang terjadi,atau dijadikan sebuah resolusi konflik, tapi ideology non keagamaan juga bisa menjadi pemecah belah antara etnis dalam sebuah kelompok .

The Political Sphere

Konflik politik tidak hanya didasari pada pemisahan kategori diantara perbedaan kepentingan dan nilai – nilai.

Centrality of the state

Lembaga utama dalam system politik adalah negara, mungkin disini konflik tidak terlalu banyak terjadi tapi datang dari organisasi politik yang mendominasi terhadap negara bagiannya . Seperti dominasi suatu negara terhadap negara lain. Contohnya pada invansi eropa pada kedaulatan Afrika.

Sejarah

Kontrak social

Dasar negara

Hubungan negara bangasa

Saat sekarang negara merupakan pusat dari kegiatan politik, batasan antara masyarakat dengan masayarakat sebagai system internasional merupakan bagian besar dari system negara.,karena pada  saat ini “masyarakat” menjadi semakin mengglobal Barry buzan melihat pemusatan negara masih dibutuhkan oleh dunia ketiga yang disebutnya dengan konsep dimension of statehood. Dengan menggabungkan konsep perbedaan atnara antara ide, dasar fisik dan lembaga-lembaga negara, tapi tetap mengakui bahwa ketiganya saling terkait

Wilayah

Populasi

Ekonomi

Element dari negara bagian :

Bentuk pemerintahan

Administrasi

Hubungan sipil dengan militer

The idea of state

Gagasan negara berdasarkan

–          Sejarah yang berkesinambungan, gagasan bahwa negara telah ada sejak dahulu kali, atau setidaknya untuk jangka waktu lama. Ini menyediakan dengan tingkat legitimasi.

–          Dasar pemikiranh  Locke dan Rousseau (atau Hobbes) memberikan pengertian tentang kontrak sosial antara penguasa dan subjek, yaitu konsep kedaulatan rakyat sesuai dengan negara harus bagaimana mewakili rakyat, baik dalam bentuk demokrasi atau melalui aturan oleh seorang “pelopor” dari rakyat, seperti dalam Marxisme-Leninisme atau Sosialisme Nasional.

–          Ideology yang dipakai oleh negara harus jelas.

The physical basis of state

Setiap negara membutuhkan dasar fisik seperti wilayah, populasi dan ekonomi.

–          Wilayah : negara membutuhkan suatu wilayah, dan harus menentukan batas-batas kedaulatan mereka.

–          Populasi : setiap negara membutuhkan populasi penduduknya tapi tidak ada ukuran yang pasti tentang populasi ini,tapi  Parameter berguna untuk melihat kehomogenitas etnis, agama, budaya dan bahasa, karena banyak negara-negara dengan populasi heterogen menunjukkan kurangnya kohesi internal, diantara mereka dan  sering diwujudkan dalam perselisihan

–          Ekonomi : dibutuhkan oleh negara untuk melanjutkan kehidupan rakyatnya.

The state institutions

Diperlukan bagi suatu negara untuk mendukung hubungannya dengan masyarakat atau hubungan luar negrinya.

–          Bentuk pemerintahan : berguna untuk menjelaskan negara tersebut menggunakan system apa dalam menjalankan pemerintahannya, serta mempertanggung jawabannya kepada rakyatnya.

–          Administrasi kapasitas:  memberikan kontribusi untuk menyediakan  pemerintahan legitimasi kinerja.

–          Hubungan sipil militer : untuk menjaga keamanan negara baik dari pemberontakan dari dalam negaranya sendiri ataupun ancaman dari negara lain.

Security and conflict

Kebanyakan konflik politik yang terjadi merupakan yang terjadi disekitar objek keamanan, banyak yang  berpikiran kalau keamanan suatu negara terhadap negara lain terjaga maka kedamaian akan terjalin. Konsep keamanan tidak hanya dilihat dari factor militer saja, tapi juga pada isu – isu HAM, persamaan gender dan pembangunan.

Security and securitization

Selama ini konsep keamanan banyak dilihat penteori hanya terbatas pada kemampuan angkatan bersenjata atau militer saja, apalagi kalau kita melihat kepada konsepnya realis.

Perluasan konsep keamanan .

Tingkatan Label Objek yang dituju Resiko Sumber ancaman
Tidak ekpansi Kemanaan nasional Negara Kedaulatan

Integriras wilayah

Negara lain
Tambahan Keamanan social Kelompok kepentingan Kesatuan identitas nasional Aliansi budaya

Migrant

Pertentangan Keamanan manusia Individual Kelansungan hidup individu Globalisasi dan negara

–          Keamanan siapa ? merupakan pertanyaan paling mendasar bagi kita ketika mendengar kata security, ada tiga jawabanya yaitu : negara, kelompok masyarakat atau individu.

–          Keamanan tentang  apa ? merujuk pada kepada siapa keaman tersebut diberikan.

–          Keamanan dari siapa dan untuk apa ? inilah  pertanyaan dasar tentang sumber ancaman. Dan  nilai-nilai yang berbeda dapat ditempatkan dalam bahaya oleh pelaku yang berbeda.

Human security

Sama halnya dengan keamanan masyarakat, negara juga harus menjamin keamanan perindividu dari masyarakatnya. Karena ini keamanan manusia memiliki badan tersendiri di PBB yaitu di UNDP, seperti statement berikut.

Konsep keamanan harus dirubah dari isu – isu ekslusif dalam keamanan nasisonal menjadi kemanan individu, dari kemanan persenjataan menjadi keamanan pembangunan individu, dari keamanan wilayah menjadi keamanan makanan, serta pekerjaan dan keamanan lingkungan. ( human development report 1993)

Untuk semua orang sekarang ini merasakan ketidak nyamanan merupakan rasa kekhawatiran terhadap kehidupan sehari – hari dibandingkan dengan kekhawatiran terhadap bencana yang dating tiba – tiba, keamanan pekerjaan, kesehatan, lingkungan, dan semua aspek kehidupan yang sedang berlansung didepannya.(..)

Keamanan manusia adalah keberadaan orang dimana – mana, baik di kota kaya ataupun miskin, ancaman yang dating mungkin berbeda – beda, mungkin saja penyakit di negara-negara miskin serta obat-obatannya dan kejahatan di negara-negara kaya tapi ancaman ini adalah nyata dan berkembang.(..)

Menurut  kelompok  cosmopolitan yang sangat penting adalah keberlansungan hidup dan kesejahteraan individu.

The Structure of Conflict

The number of parties

Actor – actor yang terlibat dalam konflik bisa kita lihat dari :

–          Actor yang interpersonal yang melibatkan suami, istri, anak, dan sesame masyarakatnya.

–          Konflik yang melibatkan beberapa kelompok tapi bisa dianalisa apakah itu dyadic atau bipolar ?

–          Konflik yang terjadi antaran etnik satu negara dengan negara lain , dan berkembang dengan cepat.

Selain itu pihak yang berkonflik nisa melibatkan pihak dari luar sebagai :

–          Mediator.

–          Balancer .

–          Mitigator.

Game teory

Game teori merupakan terminology atau gambaran tentang kelakuan 2 orang actor yang tsaling kerjasama tapi dibalik itu terdapat keinginan – keinginan yang tersembunyi dan membutuhkan informasi – informasi tentang actor yang diakaj untuk melaukan kerjasam. di intergrasi di tempat yang berbeda, dibedakan menjadi 3. Yaitu :

1.      Game matrix

Ilustrasi jika 2 negara akan melakukan kerjasama dan akan melakukan kesepakatan yang telah disepakati.

Game matrix B
Alternative 1 Alternative 2
A Alternative 1 A ikut dan B ikut A ikut dan B ikut
Alternative 2 A ikut dan B ikut A ikut dan B ikut

 

 

2.      Chicken

Ilustrasi dengan dua actor saling mengendarai mobil dan akan bertabrakan,dan jika ada salah satu dari mereka mundur atau berbelok maka ia lah yng disebut chicken, lebih mengkhususkan pada keuntungan zero sume game.

Chicken

B
Turn Hold course
A Turn -1, -1 -1, +1
Hold course +1, -1 -10,+10

 

3.      Prisoner’s dilemma

2 orang actor yang melukan kejahatan , dan keduanya ditempatkan ditempat yang berbeda untuk di intograsi, dari sinilah dilihat kekompakan dari mereka.apabila saling berbohong maka akan mendapat hukuman yang sama.

Prisoner dilemma

B
Kerjasma Bohong
A Kerjasma +2, +2 -2, -1
Bohong -1, -2 -1, -1

Security Dilemma

Merupakan keadaan suatu Negara merasa teraancam dengan keberadaan internal dari Negara lain, misalnya Negara A meningkatkan kempauan militernya dan kerena ini,Negara B juga akann meningkatkan kemapuannya karena cemas juka suatu hari Negara Amenyerang B.

Conflict Parties

Dalam setiap permasalahan atau konflik yang berlansung terdapat actor – actor inti dan actor dari luar yang menyertai konflik tersebut. Hal ini dapat kita lihat dalam

Nature of the actor

Actor

Level konflik

Actor utama 1 Actor utama 2 Orang ke tiga
Internasional Negara Negara –          Negara

–          Organisasi inter

–          NGO

–          Individual

Peranannya

–          Mediasi

–          Penyeimbang

–          Mitigasi

–          Korban

Transnasional Negara Teroris / pemberontak

NGO

Pengungsi

Interstate Negara

Partai politik

Militer, kudeta

Terorist

Partai lawan

Kelompok agama

Uni perdagangan

Terrorist

Interpersonal Person Person

Conflict goals

Jika kita tarik sebuah garis lurus maka kita bisa menggambarkan tujuan dari konflik.

Moderat                                                                                                     Radikal

recognitions   Right     Equality   Privilege               Domination                Expulsion    Extermination

artinya adalah

recognitions à kebanyakan dari tujuan konflik adalah mendapatakan pengakuan sebagai kelompok yang selalu akan mempertahankan dirinya, seperti PLO di palestina.

Right à menuntut adanya hak azazi manusia

Privilege àsalah satu pihak merasa mendapat keistimewaan karena adanya konflik ini.

Domination à kemampuan satu pihak untuk menikmati konflik karena dia menguasai konflik yersebut dan bisa menjadi raja atas konflik tersebut.

Expulsion à dengan melakukan pengusiran atau pembersihan terhadap satu etnis di suatu wilayah tertentu. Jika dominasi menjadi “ raja daerah” expulsion menjadi “ berkuasa penuh didaerah “.

Extermination à lebih radical lagi dari expulsion, merupakan pembasmian terhadap apapun yang menghalangi kepentingan mereka, seperti yang dilakukan oleh NAZI jerman terhadap yahudi.

Jadi dapat disimpulkan semakin mendekati moderate maka tujuan konflik memperbaiki hubungan atu menciptakan keadaan yang aman tapi semakin kekanan mendekati radical konflik semakin parah dan tajam.

Conflict behaviour

Tingkah tidak hanya diartikan sebagai tingkah laku sebagai perbedaan objektifitas tetapi fungsi dari bagaimana cara penyelesaian suatu masalah.

Tingkah laku konflik bisa dilihat dari

Dialogue / membuka perundingan.

No violent / tidak ada paksaan.

Terkadang menggunakan kekerasan.

Kekerasan yang terstruktur dengan baik.

Pembasmian terhadap satu etnis atau ras ( genocide )

The psychological dimension

Dalam melihat dimensi psikologi atau kejiwaan dari seorang actor kenapa ia berbuat seperti itu, dan kenapa dia menggunakan cara itu untuk menyelesaikan konflik kita harus bisa menguasai cara untuk mengetahui maksid dari orang lain dengan melihat bagaimana ia berpikir karena “cognitive dissonance “ tiap kator akan berbeda jadi kita juga harus menguasai cognitive science.

Conflict patterns

–          Causal paths (sebab – sebab konflik dilihat dari akar awal kenapa permasalahan itu timbul )

Dalam konflik ini kita harus melihat apa yang menjadi akar dari permasalahan, terjadang akar dari permasalahan ini sangat simple tapi karena telah lama dan turun temurun maka ia menjadi konflik yang besar. Contoh pada ketidak cocokan pertumbuhan populasi dengan ketersedian sumber daya alam pada teori “ Malthusian squeeze” , konflik ini bisa dilihat dari bagan

 

Peningkatan populasi

Tekanan malthus

Keterbatasan sumber daya alam

Perebutan makanan

Kelaparan

Eksploitasi besar – besaran

Migrasi

Masalah pengungsi

Kesukuan

Konflik perebutan  SDA

Konflik Internasional

Konflik  kekerasan

 

 

 

 

 

 

Gambaran hubungan penyebab konflik berdasarkan causal paths.

The conflict Cycle

Merupakan keadaan actor telah mencapai rasa harapan paling akhir “ the last straw” tapi konflik masih juga menjadi permasalahan.

Gambaran  the conflict Cycle diawali dengan

Dari koflik laten menjadi konflik kepentingan yang ditanamkan oleh semua actor yang terlibat dan selanjutnya jika tidak bisa didapat dengan cara baik maka akan menggunakan kekerasan atau violent conflict, setelah actor merasa menguasai ia akan menaikan kekuatannya ( escalations phase ) jika escalation telah mengalami kelumpuhan maka akan berlanjut pada tahap berikutnya yaitu contained phase, tapi setelah konflik mencapai puncaknya maka aka nada badan untuk membantu memecahkan konflik tahap ini disebut dengan abated konflik. Selanjutnya disebut dengan pase rsolusi konflik.

Victory

Escalation

Containment

Resolusi

Abatement

Violent

Manifest

Latency

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Mata Kuliah              :Resume Management Resolusi Konflik.

Topic                          :what is Conflict

Dosen                         : Virtuous Setyaka S.Ip. M.Si

Nama                                     : Chintia Pratiwi

 

 
1 Comment

Posted by on March 27, 2011 in goresan semasa kuliah

 

One response to “What is Conflict ?

  1. shanteukie

    March 27, 2011 at 4:15 am

    kok baganya g tampil ya??
    somebody help me….

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: