RSS

Keberadaan Hegemoni Ekonomi Amerika di Indonesia. Masih adakah ??

27 Mar

Thema : Dinamika Rezim Internasional Pasca Perang Dingin: Relasi Antara Rezim Internasional dan hegemoni.

Judul : Keberadaan Hegemoni Ekonomi Amerika di Indonesia. Masih adakah ??

Oleh      : Chintia Pratiwi

Bp       : 0810951002

Dosen : Bpk. Virtuous Setyaka S.Ip. M.Si

Rezim internasional merupakan suatu aturan main dalam dunia internasional yang berisi norma, aturan dan proses pembuatan keputusan dalam sisten internasional. Menurut Stephen Kresner, rezim internasional adalah suatu tatanan yang berisi kumpulan prinsip,norma,aturan, proses pembuatan keputusan yang bersifat eksplisit dan implisit berkaitan dengan ekspektasi kepentingan aktor dalam hubungan internasional. Sedangkan hegemoni merupakan bentuk kekuatan dominasi yang dijalankan oleh actor yang berkuasa. Salah satu hegemoni yang sangat kuat pengaruhnya adalah hegemoni Amerika diberbagai selutuh dunia,apalagi didukung dengan kemenangan Amerika terhadap Uni soviet semasa perang dingin.

Perang dingin merupakan pertikaian persaingan yang terjadi antara dua kekekuatan besar yang berkuasa didunia, yaitu  blok barat yang dimotori oleh Amerika (yang menggunakan paham capitalism) dan blok timur yang di motori oleh Uni soviet ( yang menggunakan paham komunis) yang tidak akan pernah bisa disatukan. Hubungan internasional pada kurun waktu sejak berakhirnya Perang Dunia II tidak lepas dari kerangka Perang Dingin. Persaingan yang terjadi diantara dua negara ini telah membuat system internasional tidak menentu karena kedua negara saling mempengaruhi system yang berlaku di dunia untuk mencapai kepentingannya, perang Dingin berakhir pada tahun 1989-1990 ditandai dengan runtuhnya Tembok Berlin pada 9 November 1989 dan menyatunya Jerman Barat dan Jerman Timur pada 3 Oktober 1990.

Munculnya Amerika sebagai pemenang dalam perang dingin dan runtuhnya Uni Soviet, telah membawa Amerika kepada ambisi besar menjadi pemimpin tunggal yang menguasai dunia, sikap Amerika terhadap dunia makin terlihat tegas dan keras. Jika sebelumnya Amerika sangat menjaga sikap terhadap negara non blok, dengan alasan non blok tidak akan berpihak kepada blok komunis, tapi setelah kemenangannya sikap menjaga sikap ini tidak lagi terlihat. Hampir semua rezim internasional dikuasai oleh Amerika, melalui organisasi – organisasi besar yang sangat berpengaruh terhadap dunia Amerika melancarkan hegemoninya. Sebut saja International Monetary Fund (IMF), World Bank dan World Trade Organiztioan (WTO) yang tidak lebih merupakan motor penggerak dan perangkat hegemoni kepentingan negara-negara  maju khususnya Amerika. Lihat saja IMF  yang merupakan organisasi keuangan moneter internasional dengan wajah penyelamat negara yang sedang krisis dengan memberikan pinjaman luar negri, tapi kenyataannya merupakan sebuah mesin pembangkrutan negeri penerima hutang, dengan mekanisme menjadikan negara penghutang bangkrut dan tidak sanggup membayar ketika telah jatuh tempo tanggal pembayaran, dan selanjutnya IMF akan menjadi pengendali terhadap negara pengutang tersebut dan akan ditekan atau bisa jadi diancam untuk mengikuti keinginan Amerika, seperti mendukung Amerika dalam voting pemilihan dewan keamanan di PBB, dipaksa menyediakan lokasi untuk pangkalan militer, dan kebijakan – kebijakan dalam negri negara penghutang harus mengikuti alur yang telah dibuat oleh IMF baik kebijakan politik, ataupun non politik, mekanisme ini bisa kita sebut dengan sebuah Imperium Amerika.

Imperium artinya dominasi oleh sebuah negara terhadap negara lain dan melancarkan aksi – aksinya meliputi pengeksploitasian sumber daya dari negara yang didominasi,memiliki strategi untuk meningkatkan kekuatan militernya apabila cara – cara non kekerasan gagal dalam melaksanakan sebuah aksi, menyebarkan semua aspek kebudayaan baik itu bahasa, pola pikir, seni dll kepada negara yang di dominasi, mendorong penggunaan mata uangnya dinegara yang didominasi. Semua dari point – point imperium tersebut telah mewakilkan keadaan hegemoni Amerika setelah perang dingin, dengan berbagai cara Amerika melancarkan aksi nya ke seluruh dunia, khususnya terhadap negara dunia ketiga yang tengah mengalami transisi pembangunan, dengan bujuk rayu dan diplomasi yang demikian rupa berusaha membujuk negara tersebut untuk masuk kedalam alur yang telah disiapkan oleh Amerika.tidak terkecuali dengan negara kita.

Hubungan Indonesia dan Amerika merupakan hal yang penting ,seperti dalam kerjasama ekonomi,selain itu Indonesia melihat pentingnya kehadiran militer dan politik Amerika Serikat di Asia Tenggara dalam menjaga keseimbangan daerah kekuasaan negara Asia tenggara. Sebelum perang dingin berakhir, hubungan Indonesia dengan Amerika berjalan dengan lancar dan romantis.Bahkan sebelum merdeka Indonesia memiliki pandangan yang positive kepada Amerika karena Indonesia menganggap, Amerika berbeda dengan penjajah di Indonesia. Tetapi hal ini berbeda setelah kemenangan Amerika dalam perang dingin yang juga  mempengaruhi hubungannya dengan Indonesia, Amerika tidak mengingkan kemajuan di Negara Indonesia karena Amerika melihat potensi besar di Indonesia yang bisan di olah. Hubungan dengan Amerika mengalami pasang surut sesuai dengan siapa yang memimpin Indonesia, seperti masa Soeharto terkesan tidak menyukai Amerika, tapi lobi – lobi yang dilakukan oleh Amerika telah membuat Indonesia tetap melakukan kerjasama dengan Amerika, berbeda dengan pemerintahan Soekarno hubungan ini mulai membaik, karena Soekarno ingin memperbaiki keadaan perekonomian sebelumnya dengan menerapkan corak capitalism, pembangunan infrastruktur banyak dimodali oleh IMF, tapi pada kenyataannya pembangunan yang tidak merata serta peluang besar untuk melakukan KKN,telah membuat pemerintah orde lama melakukan utang luar negri besar – besaran terhadap IMF. tapi sebenarnya jika kita balik lagi ke imperium tadi maka tujuan dari bantuan IMF bukanlah murni sekedar bantuan tapi malah akan memporoti Indonesia. Liat saja  periode tahun 1990-an makin jelas di rasakan kalau semua kebijakan  Amerika tidak menyukai perkembangan Indonesia dan berusaha mempengaruhi terjadinya perubahan sesuai dengan kepentingan negaranya. System korporatokrasi ( jaringan yang bertujuan memetik laba melalui cara korupsi, kolusi, nepotisme, dari Negara dunia berkembang ) yang dipakai Amerika bisa jadi telah mengantarkan Indonesia kepada krisis tahun 1997, IMF yang dikendalikan oleh Amerika tidak membantu menyelesaikan masalah tapi hanya mempersulit keadaan Indonesia..IMF merekomendasika agar Soeharto menghentikan subsidi minyak dan makanan yang jelas – jelas akan tidak berimbang dan hanya berpihak kaum kaya saja, dan hal ini akan meningkatkan kelaparan, penyakit dan permusuhan dalam masyarakat Indonesia,  Akibatnya terjadi kegagalan ekonomi tahun 1998, dan  Indonesia tidak hanya diliputi krisis ekonomi, tetapi juga krisis politik. Dari sini terbuka peluang yang lebar bagi AS untuk mewujudkan kehendaknya, yaitu mempengaruhi perkembangan di Indonesia sesuai dengan kepentingannya.

Dari hal diatas dapat dilihat begitu banyak ketergantungan Indonesia kepada Amerika dalam bidang ekonomi, pembangunan serta politik, yang masih ada sampai sekarang. Dan jika kita kembali ke judul “Keberadaan Hegemoni Ekonomi Amerika di Indonesia. Masih adakah?” menurut penulis keberadaan hegemoni Amerika masih cukup kuat di Indonesia. Tidak dapat dipungkiri keberadaan Amerika masih kita rasakan,walaupun  tidak sejelas yang dulu, keberadaannya kita rasakan dengan pengaruh kebijakan – kebijakan yang ia buat baik di negerinya ataupun hubungan bilateralnya, dan juga efek dari perjanjian pemerintah terdahulu seperti contohnya pengaruh keberadaan WTO di Indonesia dan implementasi kebijakannya, serta kita juga masih terikat dengan hutang – hutang luar negri semasa pemerintahan sebelumnya dan keterikatan kontrak dengan perusahaan – perusahaan besar dengan perusahaan Amerika, tapi hegemoni Amerika sedikit mengalami pergeseran dengan munculnya sitem multipolar di dunia seperti kehadiran China di Indonesia. China sebagaimana kita ketahui merupakan negara yang dikenal kuat dalam bidang industri, perdagangan, dan keuangan, dan Indonesia menjalin hubungan baik dengan China, peningkatan perjanjian di bidang pengembangan ekonomi, budaya serta pendidikaan telah dilakukan Indonesia.

Jadi menurut penulis hegemoni ekonomi Amerika masih tetap ada di Indonenesia tapi telah diimbangin dengan kekuatan – kekuatan baru yang muncul dalam dunia internasional Karena tidak dapat dipungkiri bahwa salah satu hal terpenting dalam hubungan antar negara adalah kerja sama ekonomi , Amerika dan China merupakan dua  kekuatan yang membuat Indonesia bingung, mau dibawa kemana negara ini, Amerika dengan kekuatan dan hubungan terdahulu dengan  Indonesia atau kekuatan baru China? Dalam hal Indonesia harus secara  bijaksana siap dan antisipasi terhadap kekuatan yang ada supaya tidak menjadi bulan – bulanan negara yang lebih memiliki kemampuan dibanding Indonesia.

Ditambah lagi dengan kunjungan president Amerika ke Indonesia menuntuk Indonesia untuk menentukan sikapnya , walaupun banyak pengamat yang mengatakan ini merupakan hal yang baik, tapi kita juga harus berpikir apakah kunjungan ini hanya sekedar membicarakan kerjasama Internasional atau ada hal lain seperti memperkukuh hegemoninya untuk menghadapi kekuatan China di Indonesia?

 
Leave a comment

Posted by on March 27, 2011 in aku dia dan mereka

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: