RSS

mencoba untuk menulisssssss

02 Mar

“ Eksistensi Kepentingan Hizbullah di Libanon”

  1. I. Pendahuluan

1.1.Latar belakang

Berbicara tentang negara Timur Tengah tidak bisa kita lepaskan dari tiga persoalan yang selalu menyelimuti negara tersebut yaitu darah, minyak dan senjata, dikawasan Timur Tengah batasan antara perang dan damai sangat tipis dan kabur, menurut Riza Sihbudi[1] dalam tulisanya Peta Politik Timur Tengah Memasuki Abad 21 menuliskan, terdapat 3 faktor yang menyebabkan Timur Tengah menjadi daerah rawan konflik yaitu :

  • Karakter budaya yang sulit dilepaskan dari faktor lingkungan alam ( padang pasir yang gersang yang membuat orang – orang cendrung mudah emosi ).
  • Faktor kekayaan alam ( minyak ) yang berlimpah menjadi daya tarik tersendiri bagi negara luar kawasan untuk cendrung melakukan intervensi dalam setiap persoalan internal yang terjadi.
  • Kepentingan ekonomi politik Barat di Timur Tengah menjadi semakin besar dengan keberadaan negara Israel.

Pandangan Riza ini juga berlaku di Libanon[2], negara yang memiliki berbagai macam etnis dan budaya serta sering kali terjadi konflik bahkan perang antar sesama warga atau perang saudara[3], dan kebanyakan dari konflik tersebut selalu melibatkan Libanon,Syiria, Iran serta Israel. Libanon merupakan negara yang  memiliki karakter spesial yang berbeda dengan seluruh negara di dunia. Ia merupakan negara multi golongan yang aneh bentuknya, sebab dataran Libanon dihuni oleh sekitar 18 sekte agama yang semuanya diakui.mungkin faktor geografis Libanon yang bergunung-gunung menjadi salah satu faktor sebagai sarang oleh berbagai aliran yang saling bertentangan untuk mempertahankan kepentingan mereka.

Salah satu partai yang memiliki pengaruh besar di negara Libanon adalah partai Hizbullah yang tidak hanya sekedar partai politik tapi juga satu – satunya partai yang memiliki sayap militer sebagai bentuk pertahan dari serangan musuh dan menjaga keberadaannya di dunia.

Kemajuan besar yang dicapai Hizbullah dalam memainkan peranan politik di Libanon dan aksi – aksinya terhadap invansi negara lain terhadap Libanon seperti Israel mendatangkan berbagai pandangan dari negara – negara lain, ada yang melihatnya sebagai bentuk  nyata perlawanan Islam serta pembelaan terhadap Islam, tapi ada juga yang meilhatnya sebagai organisasi yang menyimpang dari ajaran Islam dan berusaha untuk mencapai misi – misi nya di Libanon dan dunia.

Bagi masyarakat Libanon, Keberadaan Hizbullah merupakan gerakan Islam yang akan selalu melindungi kedaulatan tanah air mereka dari  negara barat dan Israel, tapi hal ini berbeda dengan pandangan barat dan yahudi , mereka melihat Hizbullah dalam perpolitikan tidak dianggap baik dan menamainya dengan sebutan kelompok teroris[4]. tapi apakah benar begitu adanya?

Hal ini juga senada  dengan tulisan Imad Mansour, beliau berpendapat bahwa Hizbullah bukanlah bagian dari negara Libanon tapi merupakan organisasi yang memiliki kepentingan sendiri terhadap negara Libanon, memang untuk menciptakan perdamaian Libanon tetapi tidak berjuang atas nama negara Libanon[5], mereka berjuang karena kepentingannya untuk mendirikan negara Syiah raya.

1.2.Permasalahan

Melihat  keberadaan Hizbullah di Libanon yang merupakan satu – satunya partai politik yang memiliki angkatan militer menimbulkan permasalah yang harus dipecahkan, permasalahan yang muncul seperti hal yang melatar belakangi terbentuknya hizbullah, dan apa dibalik kepentingan pendirian Hizbullah , apakah keberadaan hizbullah murni hanya untuk membuat Libanon damai atau hanya mempertahankan keberadaan mereka di wilayah di selatan Libanon saja, serta bagaimana peran serta Hizbullah sebagai agent perdamaian di Timur Tengan pada umumnya dan Libanon Khususnya.

1.3.Research Questions

  1. Bagaimana eksistensi kepentingan Hizbullah dalam menciptakan kedamaian di Libanon ?
  2. Apakah keberadaan Hizbullah sebagai aktor non-negara di Libanon,mampu menjadi entitas signifikan dalam mempengaruhi keadaan sosial dan politik kawasan Timur Tengah?

1.4.Batasan Masalah

Dalam tulisan ini tidak membahas semua permasalahan yang terjadi dengan Hizbullah dan hubungannya dengan semua negara di timur tengah pada umumnya, tapi hanya membahas tentang hal yang melatar belakangi pendirian Hizbullah dan hubungannya dengan Libanon, Iran ataupun Syiria, selain itu konflik yang dilihat lebih menekankan pada konflik yang terjadi tahun 2006.

1.5.Tujuan penelitian

Hizbullah merupakan partai politik besar di Libanon, seiring dengan keberadaannya sekarang jika kita lihat dari awal berdirinya sampai sekarang pasti memiliki tujuan – tujuan yang berbeda disetiap tindakannya, jadi tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana kepentingan itu berubah dari waktu ke waktu sesuai dengan perkembangannya.

1.6.Landasan Teori

Kepentingan merupakan bentuk nyata dari apa yang mereka anggap benar dan mereka yakini. Kepentingan lahir karena adanya keinginan yang harus dicapai dan harus mengetahui bagaimana cara untuk mencapainya. Konsep kepentingan bisa kita jelaskan dengan menggunakan pendekatan konstruktivist.

Pendekatan konstruktivist merupakan salah satu pendekatan dalam Ilmu Hubungan Internasional termasuk kedalam aliran post positivist yang mengakui semua teori tidak bebas nilai , pasti ada kepentingan aktor di dalam pembuatan teori dan selalu tergantung pada apa kebutuhan dunia pada saat itu.

konstruktivist merupakan teori yang melihat dunia sosial sebagai hasil konstruksi manusia, menurut konstruktivist dunia bukanlah sesuatu yang given, yang seperti inilah adanya, apa yang terjadi didunia ,memang begitulah seharusnya tapi dunia merupakan wilayah intersubjektif, dimana agent dan structur saling mempengaruhi untuk menciptakan sebuah norma ataupun nilai – nilai .

Terdapat beberapa tokoh yang sangat berpengaruh dalam teori ini salah satunya adalah  Alexander Wendt ( 1992 ) dalam karyanya yang terkenal : :anarchy  is what state make it “anarki adalah apa yang dibuat negara darinya[6], jadi kesimpulannya keadaan anarkhi suatu negara tergantung pada pemahaman agent – agent negara dalam menjalankan structur yang mereka sepakati. Serta dunia internasional ini diciptakan dan dibentuk oleh masyarakat internasional atas kesepakatan mereka sesame mereka.

Jika melihat kepada konsep kepentingan hizbullah tadi, kepentingan muncul bisa kita lihat dari interaksi antar aktor dalam tubuh Hizbullah tersebut atau apa saja yang ada disekitar Hizbullah tersebut.

1.7.Teknik Pengumpulan Data

Karena tulisan ini menggunakan metode konstructivist jadi pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan dengan merujuk kepada buku – buku yang berhubungan dengan judul, jurnal, document kesejarahan dan segala sesuatu yang berhubungan dengan judul tulisan tapi kesemua dari bahan itu telah di buktikan kebenarannya terlebih dahulu oleh orang – orang yang professional di bidangnya.

  1. II. Pembahasan

2.1.Perbedaan pandangan aliran agama di Libanon.

Republik Libanon merupakan bagian dari negara Timur Tengah yang berbatasan dengan Suriah di utara dan timur, dan negara Israel di selatan. Dalam sistem politiknya Libanon menggunakan sistem Konfesionalisme[7]. Populasi Libanon terdiri dari beragam kelompok etnik dan agama. Sensus resmi tidak dilakukan sejak tahun 1932, hal ini menandakan sensitivitas politik di Libanon terhadap keseimbangan keagamaan[8]. dan juga adalah hal yang wajar  jika setiap golongan berusaha menjaga dan mempertahankan daerah domisili mereka sebagai basis kekuatan yang mempengaruhi daerah sekitarnya.

Golongan agama yang terdapat di Libanon adalah Golongan muslimin Ahlussunna (sunni), Golongan Syiah Itsna Asyariah ( Syiah), dan Golongan Nasrani Maronit, dan masih ada golongan yang menjadi minoritas lagi di Libanon, tapi golongan yang mayoritas hanyalah Nasrani maronit ( Kristen ), islam syiah dan islam sunny. perbedaan ketiga golongan ini sangat jelas terasa di negara Libanon, seperti yang terlihat pada sistem politik yang digunakan, pembagian para pejabat dalam sistem pemerintahan sangat diatur[9],  seperti seorang Presiden harus dari seorang yang beragama Kristen Katolik Maronit, Perdana Menterinya harus seorang yang beragama Islam dari aliran Sunny, dan Juru bicara Parlemen  harus seorang yang beragama Islam dari aliran Syiah.

Perbedaan antara aliran syi’ah dengan aliran sunny salah satunya bisa kita lihat dari pandangan mereka tentang pemimpin umat setelah wafatnya nabi Muhammad. Bagi aliran Sunny yang mengikuti segala kebiasaan yang terdapat dalam keseluruhan sosok Nabi Muhammad SAW, mengakui bahwa Allah Swt memilih para sahabat nabi sebagai penerus ajaran Islam (dakwah) dan juga sebagai guru kepada generasi umat selanjutnya pandangan ini didasarkan pada anggapan terhadap para sahabat nabi telah memiliki tingkat ketakwaan dan kesalehan yang luar biasa, yang tidak diragukan lagi. Sehingga setiap apa yang di amanatkan kepada para sahabat tersebut adalah merupakan sebuah kebenaran yang lahir dari sifat keadilah mereka atas apa yang mereka terima dari sisi Nabi Muhammad Saw. Sedangkan Syiah melihat yang berhak menjadi penggantikan tahta kekuasaan setalah nabi Muhammad SAW wafat adalah yang hanya berasal dari keluarga nabi itu sendiri (Ali bin Abi Thalib dan keturunannya), aliran Syiah beranggapan hanya keluarga nabi lah yang memiliki  karakteristik khusus yang telah ditetapkan oleh al-Quran juga hadist, seperti keunggulan ilmu dan kebersihan jiwa serta hati mereka dari segala kekurangan dan dosa yang tidak dimiliki oleh para sahabat nabi lainnya. Selain itu dua aliran ini juga menghasilkan konsep yang berbeda tentang sebutan kepeminpinan, jika Sunny menyebut seoranng pemimpin dengan sebutan “ Khilafah” sedangkan Syi’ah menyebutnya dengan “ Imamah”. [10]

Khilafah bagi sunny diartikan sebagai sistem suatu proses pengaturan negara Islam yang tidak mengenal pemisahan otoritas agama dari negara. Justru mereka memandang mengurus negara adalah bagian daripada kewajiban agama itu sendiri, atau dengan kata lain, urusan agama dengan urusan politik akan lebih baik jika dikerjakan secara sejalan, sedang kan bagi Syi’ah Imamah diartikan sebagai sosok penjelmaan kepemimpinan Tuhan di muka bumi ini dengan sebuah misi suci menggantikan tugas-tugas kenabian dalam memberikan petunjuk kepada manusia untuk suatu maksud pencapaian kebahagiaan dunia-akhirat.

Perbedaan diantara 2 aliran ini tidak terletak pada perbedaan landasan agama tapi terletak pada ketidaksamaan cara pandang masing-masing dalam melihat proses pergantian kepemimpinan politik (suksesi pemerintah) dari nabi kepada orang setelah beliau.

2.2.Eksistensi kepentingan Hizbullah dalam menciptakan perdamaian di Libanon serta pengaruhnya terhadap Iran dan Syiria.

Hizbullah selain partai politik juga bisa kita sebut dengan organisasi islam transnational organisasi islam transnational artinya organisasi yang bergerak diwilayahnya dengan mempunyai kesamaan dengan negara lain yang masih satu kawasan, kesamaan disini meliputi kesamaan ideologis dan memiliki jaringan di negara yang memiliki kesamaan ideology tersebut.

Jika melihat kepada kesamaan ideology, dilihat dari hubungan Hizbullah dengan Iran, kita tahu bahwa Iran merupakan negara yang juga memakai aliran Syiah dalam islam mereka, selain itu hal yang paling mendasar adalah cikal bakal pendiri Hizbullah itu sendiri yaitu Musa bin Shadruddin ash Shadr yang merupakan keturunan Iran selain itu dengan syria sebelum negara ini dipisahkan oleh Prancis, Syiria dan Libanon merupakan negara yang satu, dalam perjalanan mencapai keberhasilan Hizbullah Syiria kerap membatu Hizbullah baik itu dalam pendanaan ataupun persenjataan, ini merupakan langkah Syiria untuk membuat negara ini bersatu lagi dan menjadikan Libanon pelindung dari ancaman negara Israel.

Selain itu dalam perekrutan anggota jaringan transnational seperti Hizbullah membuka perekrutan anggota kepada semua umat Islam Syiah yang tersebar diseluruh dunia, tidak hanya di Libanon, dan juga membuka peluang bagi islam Suni untuk masuk kedalah Hizbullah dengan kata lain Hizbullah menerima siapa saja yang merasa tertindas atas keberadaan Amerika dan Israel, dan rela ikut berpartisipasi dalam kegiatan Hizbullah.

Hizbullah disinyalir memiliki jaringan agen intelejen yang tersebar di Perancis, Spanyol, Singapura, nagara-negara di kawasan Amerika Selatan, dan Filipina. Jaringan agen intelejen di luar negeri ini dimanfaatkan Hizbullah untuk mendapatkan pendanaan (funding), untuk persiapan logistik perang (the logistic infrastructur for attacks) dan untuk memperluas propaganda (disseminate propaganda) dalam rangka meyakinkan masyarakat internasional bahwa Hizbullah tetap bersikap tegas dan siap melakukan serangan kapanpun. [11]

Aliran Ahlussunnah ( sunny ) maupun Syi’ah, pernah hidup secara terpinggirkan dibandingkan dengan kaum Maronit yang mendukung penjajah Perancis dan masyarakat dunia. Karena hal ini golongan Ahlussunnah dan Syi’ah berusaha mencari jati diri dan pengakuan akan eksistensi mereka dengan menciptakan kelompok – kelompok perlawanan.

Suatu organisasi atau pergerakan tidak akan muncul begitu saja dan muncul dengan sangat mudah, tapi organisasi apapun akan muncul jika dipicu oleh sebuah kepentingan dan dilandasi dengan kepercayaan dari aktor yang memiliki kepentingan tersebut.

Sama halnya dengan Hizbullah, Hizbullah bukan lah suatu barang yang muncul dengan mudahnya tapi muncul secara perlahan seiring interaksi aktor – aktor yang memiliki kepentingan yang mengaanggap Hizbullah harus dimunculkan dan dipertahankan keberadaannya di dunia ini, petinggi – petinggi  Hizbullah percaya dengan adanya organisasi ini kedamaian di Libanon akan cepat terwujud dan bahkan kedamaian dunia pun bisa diwujudkan.

Keberadaan Hizbullah tidak bisa kita lepaskan dari seorang tokoh Musa bin Shadruddin ash Shadr, beliau adalah seorang keturunan dan kewarganegaraan Iran. Setelah menyelesaikan pelajarannya di Irak tahun 1954, dia pun hijrah ke Libanon dan tahun 1955 dia menetap di Libanon, tujuan dari Musa ke Libanon adalah merencanakan pendirian negara syi’ah.[12] yang berlandaskan pada hukum – hukum  madzhab Syi’ah. Madzhab Syiah melakukan pemberontakan terhadap sistem pemerintahan dengan tujuan untuk menguasai dan mencapai kekuasaan, dengan cara menentang dan memerangi ajaran-ajaran Sunni ataupun ajaran yahudi. Bagi Musa keberhasilan pendirian negara Syi’ah harus sesuai dengan apa yang telah ia rencanakan, walaupun jaringan operasi yang rumit dan bergerak perlahan-lahan.

Untuk mencapai tujuannya agent – agent syi’ah bekerjasama dengan dengan masyarakat papan bawah dan kaum fakir miskin di Libanon, lobi – lobi yang dilakukan oleh petinggi Syi’ah membuat orang – orang yakin akan kebutuhan suatu organisasi yang bisa menampung aspirasi mereka, mereka mempercayai negara Libanon tidak bisa memberikan kedamaian untuk kehidupan rakyatnya karena selalu ada konflik yang terjadi di Libanon, apalagi kepiawaian Musa sebagai pemimpin juga sangat mereka yakini bisa membawa Libanon kearah yang lebih baik, untuk menjalankan aksinya Musa memulai misinya berlandasakan kebutuhan sosial, tanpa menonjolkan masalah agama dengan jelas. Ia mendirian yayasan-yayasan sosial untuk membantu kaum yang lemah, selain itu beliau  juga mendirikan sekolah-sekolah dan klinik-klinik kesehatan. Musa sangat memiliki pengaruh yang besar pada saat itu kepada takyat Libanon, tapi dimasai Musa sedang Berjaya, terjadi lah peristiwa yang tidak diduga – duga oleh Musa  sebelumnya.

Tahun 1970 terjadi pembantaian para pengungsi Palestina di Yordania, yang terkenal dengan pembantaian “September Hitam”. Dari sanalah orang-orang Palestina di bawah komando Fatah diungsikan ke Libanon. Tanpa diinginkan oleh Syi’ah, pengungsian tersebut menempati wilayah selatan Libanon yang berbatasan dengan Palestina. Masalahnya orang-orang Palestina tadi adalah Ahlussunnah, dan hal ini berarti akan menghambat megaproyek pendirian negara Syi’ah. [13]. Tapi walaupun demikian Musa tetap melakukan kerjasama dengan Fatah dengan harapan Fatah akan memberikan training militer terhadap Hizbullah khususnya Syi’ah, pembentukan milisi-milisi bersenjata yang dapat mempengaruhi masa depan Libanon. Kebetulan Fatah saat itu juga sedang mencari sekutu untuk menghadapi kaum Komunis, hingga terjadilah simbiosis mutualisme antara Fatah dan Musa.

Tahun 1974 Musa mendirikan Harakah al Mahrumin yang bertujuan untuk perjuangan hak kaum lemah dan miskin di Libanon, pada awal pendirianya banyak dari kaum nasrani ataupun suni yang bergabung dalam gerakan tersebut karena menyangka gerakan tersebut bertujuan mengentaskan kemiskinan dan bersifat nasionalis,karena diawal pendiriannya Musa sama sekali tidak menunjukkan gelagatnya tentang penyebarluasan ajaran Syi’ah , tapi selang beberapa lama mereka  mencium aroma Syi’ah yang kuat dari Harakah tersebut dan banyak dari anggota yang keluar dari gerakan tersebut, demi proyek pendirian negara Syi’ah raya, Musa tak mempedulikan ini  dan pada bulan Juli 1975, Musa membentuk sayap AMAL yang dinamakan Gelombang Perlawanan Lebanon (Afwaaj Al Muqaawamah Al Lubnaaniyyah )yang disingkat Harakah AMAL. [14]

Ditengah keberhasilan AMAL, musa banyak melakukan perjalanan diplomatinya dengan tujuan memperkenalkan Hizbullah  ke dunia internasional, tapi ketika Musa  sedang berkunjung ke Libya, peristiwa aneh terjadi, Musa menghilang begitu saja tanpa ada yang tau alasannya dan sampai sekarang tidak ada yang tahu keberadaanya, banyak pihak yang mengemukakan pendapat tentang hilangnya Musa salah satunya adalah, Iran, karena pada saat itu hubungan antara Musa dengan Khomeini sedang memburuk, yang disebabkan karena Musa telah melanggar perjanjian internasional Syiah[15]. Setelah wafatnya Musa, kepemimpinan Harakah AMAL menjadi tak menentu dan dikuasai oleh 2 tokoh yang besar yang sama – sama memiliki pengaruh yang kuat tetapi berbeda pandangan, yaitu Syiah sekuler dan kelompok yang mempertahankan status quo.  Bagi kelompok syi’ah sekuler kepemimpinan AMAL terlepas dari pengaruh keagamaan yang telah di ajarkan oleh Musa sebelumnya, sedangkan bagi kelompok yang menginginkan status quo tetap menginginkan keberadaan AMAL dengan segala ajaran Musa mendirikan Syiah raya walaupun dengan menggunakan cara militer.

Dan pada akhirnya Syi’ah pun terpecah menjadi dua kelompok yaitu kelompok sekuler dan konservatif (agamis). Karena perselisihan yang tidak berujung ini kelompok konservatif memisahkan diri dari Harakah AMAL dan melanjutkan kontak hubungan dengan pemimpin Iran untuk mendapatkan dukungan, kelompok ini diberi nama Harakah AMAL al Islamiyyah, dipimpin oleh  Abbas Al Musawi.

Pada tahun 1985, Abbas mengumumkan berdirinya Hizbullah wajah baru dari AMAL al islamiyah yang dilatar belakangi oleh perang saudara yang terjadi di Libanon, perang yang disebabkan oleh Harakah amal melakukan pembantaian terhadap sisa warga Palestina yang membuat Hizbullah marah dan juga memerangi Harakah AMAL, kemenangan Hizbullah membuat Harakah AMAL masuk kepada aliran Hizbullah, dan mulai dari situ Harakah AMAL hanya menjadi partai politik saja, tidak lagi menguasai militer.

Pendirian Hizbullah juga tidak bisa dipisahkan dari kepentingan – kepentingan negara Iran dan Syiria, karena dua negara ini memuliki tujuan dan pandangan yang berbeda tentang Libanon dan saling membutuhkan, Iran menjadikan Libanon sebagai sarana untuk menyebarluasakan aliran Syia’ahnya sedangkan Syiria mengingnkan kembali negara nya bersatu lagi sekaligus menjadikannya negara penyangga dari serangan Israel, selain itu Iran dan Syiria pun saling membutuhkan seperti dalam memasok persenjataan ataupun bantuan lainnya dari Iran ke Libanon  hanya bisa dilakukan melalui Syiria.

Kepentingan Syria dalam pendirian Hizbullah tidak terlepas dari hubungan Syiria dengan Israel, dengan mendukung aksi – aksi Hizbullah , akan mempermudah jalannya Syria untuk mempersatukan lagi Libanon dengan Syiria, karena Sebelum Prancis menguasai negara Syria, Syria dan Libanon merupakan daerah yang satu , selain itu Syria juga akan menjadikan Libanon sebagai negara buffer state[16], guna membatasi serangan Israel.

Sedangkan hubungan Iran dan Hizbullah tidak bisa dipisahkan dari siapa yang ada dibalik pendirian Hizbullah itu sendiri, Iran yang berkeinginan untuk menciptakan negara Syiah raya melalui pendirian Hizbullah telah berhasil membuat Hizbullah bergantung kepadanya seperti sumber pendanaan Hizbullah, dan persenjataan Hizbullah.

2.3.Keterlibatan Hizbullah dalam konflik di Libanon.

Meski dengan kasat mata Hizbullah telah berhasil merebut perhatian dunia tentang keberhasilannya mengalahkan tentara Israel, golongan Kristen maronit dan yahudi masih menguasai Libanon, selain itu pusat kekuasaan Libanon juga belum sepenuhnya dikuasi Hizbullah, hal ini lah yang melatar belakangi Hizbullah berkeinginan untuk menguasai Libanon selatan,Hizbullah mulai menduduki tempat-tempat tersebut dengan kekuatan senjata, dan juga daerah – daerah sunny.

Ketika  Abbas Al Musawi, pimpinan Hizbullah di bunuh oleh Yahudi tahun1992 [17], telah mendatangkan respon keras dari Hizbullah, kepemimpinan Hizbullah digantikan oleh Hasan Nasrallah. Hizbullah pun menyiapkan rencana untuk menggempur Yahudi demi membebaskan wilayah-wilayah mereka yang diduduki  Israel. Dan tentu saja aksi respon ini tidak bisa lepas dari bantuan Iran dan Syiria.

Disaat yang bersamaan pun muncul tokoh dari Sunny yang bisa memperbaiki keadaan Libanon yang terpecah belah, beliau adalah Rafiq Al Hariri yang menjabat sebagai PM Lebanon tahun 1992 hingga 1996[18]. Ia mulai membangun kembali Libanon, dan mendapat dukungan dari banyak warga Libanon.

Konflik yang terjadi di Libanon tahun 1996 yang disebabkan oleh aksi brutal  Israel melakukan pembantaian terhadap warga Libanon telah membuat jiwa masyarakat Libanon bersemangat untuk keluar dari ikatan Israel. Begitu juga dengan Hizbullah, Hizbullah pun mengumumkan pembentukan pasukan-pasukan Libanon untuk melawan musuh Zionis.

Pertikaian ini dimenangkan oleh Libanon, dan berhasi mengambil lagi daerah selatan Libanon, karena kemenangannya ini Hizbullah merasa berhak menguasainya dan untuk mempermudah penguasaan atas itu Hizbullah melarang negara Libanon untuk menyebarkan tentaranya di wilayah tersebut. Selain itu tingkah aneh juga diperlihatkan Hizbullah. Dia mulai mencaplok wilayah kekuasaan golongan sunny dan merusak beberapa bangunan umum di wilayah Sunny, berawal dari sinilah gerakan Hizbullah di sinyalir tidak lagi memperjuangkan hak Islam, melainkan kepentingan golongan Syi’ah.

Kembali dilantinya Rafiq Hariri merupakan hambatan besar bagi Hizbullah untuk mendirikan Syi’ah raya, hal ini membuat Hizbullah untuk terus menaikan pamornya di mata masyarakat Libanon dan tentu saja dibantu oleh Iran dan Syria. Tapi keadaan ini tidak berlansung lama, karena tanggal 14 Februari 2005 dengan terbunuhnya Rafiq Al Hariri[19] ketika berada dalam kendaraannya di Beirut, yang pada saat itu juga agen – agen  intelijen internasional tengah tersebar di Libanon seperti CIA, Perancis, Suriah, Iran dan Libanon sendiri.[20]

Mata internasional mengarahkan tuduhannya kepada Syiria, masyarakat internasional pun menginginkan Syiria meninggalkan Libanon, tapi tidak dengan Hizbullah yang tetap gigih mempertahankan keberadaan Syiria di Libanon. Tapi pertentangan ini dimenangkan oleh Libanon melalui gerakan yang dipimpin oleh keluarga Hariri dan berhasil mengusir Syria dari Libanon[21].

Karena Syria harus meninggalkan Libanon menjadikan Hizbullah kehilangan satu pegangannya, dan karena kuatnya persaingan antar golongan setelah meninggalnya Hariri, keberadaan Hizbullah makin terjepit dan untuk mempertahankan keberadaanya Hizbullah melakukan aliansi dengan kekuatan politik yang sangat tidak disukai Hizbullah yaitu dari Gerakan Al Mustaqbal yang Sunny, Gerakan Jumblat yang Druz di samping juga bergabung dengan Gerakan politik Harakah AMAL, aliansi ini dikenal dengan nama aliansi kwartet.[22] Dari aliansi ini mereka menjadi mayoritas di perlemen Libanon.

Hizbullah telah membohongi diri mereka sendiri dengan beraliansi tapi ini semua terpaksa dilakukan untuk memperlihatkan kepada masyarakat dunia kepedulian Hizbullah terhadap kepentingan nasionalnya, tapi jika dilihat lagi pimpinan Hizbullah , Hasan Nasrullah tidak pernah hadir sekalipun dalam rapat – rapat umum kenegaraan, beliau hanya mengirimkan utusannya.

Perang  yang terjadi antara Libanon dengan Israel yang juga melibatkan Hizbullah tahun 2006[23] juga memberikan gambaran kepada dunia dan warga Libanon khususnya tentang wajah Hizbullah dan apa kepentingan Hizbullah, dalam melakukan operasi militer melawan Zionis Israel. Hizbullah berhasil menawan tentara Israel. Serangan Hizbullah ini dilakukan tanpa sepengetahuan negara Libanon, padahal pada waktu itu Hizbullah masih menjadi bagian dari sistem pemerintahan, selain itu juga tidak melakukan perundingan terlebih dahulu dengan aliansinya di perlemen.

Bermula dari serangan inilah Israel juga menghantam Libanon dengan serangan udaranya, dan perang besar antara Libanon dan isreal pun tak bisa dielakan, dan dikenal dengan perang istilah July War, Sixth War, atau 33-Day War [24]. Israel menggempur Libanon terus-menerus dengan target utama adalah menghancurkan bungker-bungker Hizbullah sekaligus negara Libanon, tak mau kalah Hizbullah juga melakukan serangan balik terhadap Israel.

Pertikaian ini dimenangkan oleh Hizbullah karena Israel tidak bisa menahan serangan yang di lancarkan oleh Hizbullah, dan untuk pertama kalinya Israel mengakui kekalahannya. Selain itu kalimat sombong juga dating dari petinggi Hizbullah , Hasan nasrullah berkata “zionis harus berpikir ribuan kali sebelum menyerang Libanon” [25] .

Konflik ini berakhir dengan danpak yang cukup menggerikan bagi rakyat Libanon, disamping kehancuran infrastruktur rakyat Libanon juga merasakan kekuatan Syi’ah yang semakin besar, hal ini tercermin didalam kepemilikan senjata canggih Hizbullah yang merupakan bantuan dari Iran, ini diciptakan supaya masyarakat dunia melihat betapa besarnya kekuatan yang dimiliki oleh Hizbullah untuk memberantas serangan zionis, dan menciptakan rasa simpati yang banyak dari umat islam diseluruh dunia. Dan dengan demikian tujuan pendirian negara Syi’ah raya pun sedikit demi sedikit akan terwujud.

Setelah kemenangan Hizbullah terhadap Israel keganjilan sikap Hizbullah semakin jelas, pada tahun yang sama[26] Hizbullah ingin menumbangkan Fuad senior[27] dari jabatannya, ini merupakan langkah Hizbullah untuk melenyapkan sedikit demi sedikit pengaruh  Sunny di Libanon. Padahal jika kita melihat kepada aturan sistem negara Libanon walaupun Fuad mundur dari jabatannya maka yang menggantikannya harus juga seorang dari Sunny.

Aksi – aksi yang dilakukan oleh Hizbullah seperti duduk besar-besaran di sekitar istana pemerintahan dengan mendirikan lebih dari 600 tenda agar mosi duduk tersebut bertahan lebih lama, hal ini bias kita analisa sebagai upaya Hizbullah untuk memperlihatkan kepada dunia bahwa mereka bisa merubah perpolitikan di Libanon sesuka hati mereka, tapi keadaan berkata lain, tindakan Hizbullah ini tidak di respon dengan serius oleh pemerintah, hasil dari duduk dan kemah bersama ini berlansung selama 18 hari[28], karena tidak mendapatkan apa yang diinginkan Hizbullah pun melakukan penyerangan dan pengepungan terhadap kota Beirut yang mayoritasnya adalah golongan Sunny, selain itu persenjataan Hizbullah juga mengalami kenaikan yang cepat.

Kiriman dari Iran terus berlanjut dan jika hal ini terus berlanjut dapat kita bayangkan akan menjadi apa Hizbullah nantinya, bisa jadi Hizbullah tidak lagi partai politik yang cukup memiliki angkatan militer tapi angkatan militer Libanon yang memiliki persenjataan yang melebihi persenjataan negara Libanon sendiri.

Aksi pengepungan Beirut juga berlansung lama, dan berakhir dengan penanda tanganan kesepakatan di Doha (Qatar) ,sedikit membawakan hasil, tapi ini tidak lama, Hizbullah mulai melakukan tuduhan – tuduhan terhadap gerakan Al Mustaqbal yang Sunni sebagai kaki tangannya Amerika hal ini bertujuan untuk menurunkan pengaruh dan citra golongan Sunny terhadap masyarakat Libanon, selain itu golongan Sunny pun juga menuduh Hizbullah sebagai boneka Iran dan Syiria,aksi saling menuduh ini terus berlanjut antara kedua belah pihak, dan semakin menguat dari waktu ke waktu seiring dengan makin dekatnya Pemilihan anggota parlemen baru pada bulan Juni 2009[29], kedua belah pihak saling merebut hati rakyat Libanon untuk memenangkan perlement, Al Mustagbal yang dipimpim oleh Sa’ad Al Hariri dan Hizbullah oleh Hasan Nasrullah saling melakukan lobi – lobi politik dan saling memamerkan kapabilitasnya untuk memimpin dan juga saling menjatuhkan.

Dalam pemilihan dewan perlemen tahun 2009, Hizbullah sangat mengaharapkan posisi kemenangannya, karena jika ia menang maka akan sangat mudah lagi menjadikan Libanon sebagai negara Syi’ah , sebagaimana impian dan cita – cita Musa bin Shadruddin ash Shadr dahulu, dan Hassan Nasrullah pun berhasil mewujudkannya.

Lagi – lagi kejadian yang tidak diinginkan Hizbullah terjadi, saat ia berpidato menjelang pemilu dilaksanakan telah memperlihatkan tujuan dari Hizbullah, Hassan Nasrullah mengatakan “jika kelompoknya menang dalam Pemilu, maka ia akan memasukkan persenjataan ke Lebanon dari Suriah dan Iran”

beliau juga mengatakan “Yang saya tahu ialah bahwa Republik Islam Iran, khususnya Imam pemimpin Revolusi yang mulia Sayyid Al Khamenei tidak akan pelit untuk memberikan segalanya bagi Lebanon”[30]. Dari pidato inilah rakyat Libanon mulai memikirkan lagi keberadaan Hizbullah di Libanon, maju dan naikanya Hizbullah ke dalam perlemen akan menambah kekuatan Hizbullah, dan peluang berdirinya sebuah negara Syi’ah yang loyal kepada Iran dan Suriah menjadi sangat dekat. Tapi kenyataan yang terjadi pemilu tahun 2009 dimenangkan oleh kubu Saad Hariri.

Jika dibandingkan dengan kepempinan ayahnya, Rafiq Hariri, Saad Hariri tidak terlalu memiliki kepiawaian yang sama dengan ayahnya, tapi ketakutan rakyat Libanon akan kemenangan Hizbullah telah mengantarkannya ke perlement.

Kekalahan pemilu tahun 2009 tidak membuat Hizbullah menjadi lemah dan berhenti mencapai tujuannya malah sebaliknya Hizbullah akan terus dan mudah menjalankan aksi dan memperjuangkan kepentingannya, karena jika seandainya Hizbullah menang maka dengan kasat mata negara – negara Barat seperti AS akan beranggapan  Libanon adalah negara yang berada di bawah hegemoni Iran, dan akibatnya seluruh aset negara – negara asing di Libanon dan sejumlah investasi negara-negara Arab maupun Barat akan ditarik  ke luar Libanon, selain itu kekalahan ini juga dimanfaat kan Hizbullah untuk menarik perhatian perhatian internasional apalagi setelah mendengar saran-saran dari Washington, Paris, Riyadh, Kairo yang mendesak kubu 14 Maret agar semaksimal mungkin menunjukkan keterbukaan terhadap Hizbullah.

2.4.Keberadaan Hizbullah sebagai aktor non-negara di Libanon, menjadi entitas signifikan dalam mempengaruhi keadaan sosial dan politik di kawasan Timur Tengah khususnya hubungan Libanon dengan Israel.

Untuk menjadikan sebuah negara Syi’ah di Lbanon merupakan hal yang todak mungkin terjadi adalah karena jika kita melihat dan mengingat fasilitas yang dimiliki Hizbullah. Semua  sarana dan prasarana serta fasilitas yang dimiliki Hizbullah bukanlah fasilitas suatu kelompok atau golongan kecil, tetapi fasilitas yang seharusnya dimiliki oleh suatu Negara, bahkan fasilitas Hizbullah melebihi negara Libanon sendiri, selain itu sangat memungkinkan juga jika Hizbullah akan mengambil ahli wilayah – wilayah yang didiami oleh golongan Sunny, tapi Hizbullah menerima dan akan hidup dengan damai dengan golongan nasrani, wilayah-wilayah Nasrani, maka masih diperselisihkan, dan tidak menutup kemungkinan jika Hizbullah menerima berdirinya dua negara di bumi Libanon yaitu  negara Syi’ah dan negara Nasrani, jika hal ini terwujud maka konflik antar golongan di Libanon tidak akan terselesaikan, dan perdamaian pun akan sulit di wujudkan.

Perdamian , mungkin kata itu lah yang dinantikan oleh rakyat Timur Tengah sekarang ini, beragam macam konflik selalu terjadi di timur tengah, sebagaimana teori perang Clausewitzian[31] menyebutkan, perbedaan antara perang dan damai merupakan garis yang kabur dan sulit untuk dibedakan, hari ini mereka berkata damai, satu hari lagi dengan gampang mereka bias melakukan peperangan, dan ini juga lah yang terjadi di Libanon.

Hubungan antara Libanon dan Hizbullah seperti negara didalam negara, Hizbullah sebagai institusi yang berada di bawah kendali Libanon bisa menciptakan keadaan yang sangat mempengaruhi hubungan Libanon dengan negara lain, seperti dengan Israel, walaupun Libanon dan Israel juga telah mengalami konflik sebelumnya, tapi dengan adanya keberadaan Hizbullah hubungan ketidak harmonisan ini semakin nyata.

Terbukti dengan peristiwa penangkapan  dua orang tentara Israel oleh Hizbullah yang tanpa sepengetahuan Libanon, aksi ini dilakukan Hizbullah karena mempertahankan kepentingannya di daerah selatan Libanon yang merupakan markas besar Hizbullah, jika seandainya yang di duduki Israel pada saat itu bukan daerah bagian selatan, mungkin Hizbullah tidak akan bertindak apapun.

Demi mencapai tujuan akhir Hizbullah untuk mendirikan negara Syi’ah raya, agent – agent Hizbullah akan melakukan tindakan apa saja dan akan memerangi apapun yang mereka piker akan menghalangi tujuan mereka.

Selain itu dengan dukungan dari Iran dan Syi’ah, Hizbullah akan lebih mudah lagi menjalankan aksi – aksi mereka. Karena kedua negara ini senantiasa akan memberikan pertolongan terhadap Hizbullah baik dalam bentuk persenjataan ataupun pendanaan.

Kedamaian Libanon akan sangat mudah dicapai apabila seluruh tentara Israel keluar dari Libanon dan pemerintah Libanon bisa memerintahkan Hizbullah melucuti senjata anggotanya selain itu pemerintah juga harus bisa menemukan titik temu antara persaingan yang terjadi antar golongan di Libanon.

Selain hal tersebut, konflik atau pertikaian yang terjadi antara Hizbullah dan Israel yang telah menyebabkan kehancuran besar terhadap infrastruktur di Libanon, bukan lah perang dalam memperjuangkan kepentingan Libanon, tapi merupakan perang dalam memperjuangkan kepentingan masing – masing, seperti Hizbullah harus melindungi wilayah Selatan Libanon, jika seandainya Syi’ah memiliki markas di Libanon Utara, sedangkan Sunny di selatannya. Mungkin saja Syi’ah tidak akan mempertahankan dan membela rakyat Sunny karena bukan merupakan markas atau daerah kekuasaannya.

Selain itu kepentingan Hizbullah juga bisa kita lihat dari peristiwa penyerangan Israel terhadap jalur Gaza tahun 2009 yang lalu, Hizbullah sangat membangga – bangga kan senjatanya akan bisa membuat Israel keluar dari Timur Tengah apalagi keluar dari Palestina, tapi kenyataan yang kita lihat, tidak ada satu media pun yang memberikan informasi kepada kita tentang aksi Hizbullah terhadap jalur Gaza, padahal Hizbullah bisa saja menembak untuk menahan serbuan brutal Iarael terhadap Gaza. Dan dari sini sekali lagi kita bias membaca apa arti perlawanan Hizbullah, Hizbullah hanya mementingkan dan akan ikut terlibat dalam perseteruan jika daerah yang dikuasainya merasa terancam.

  1. III. Penutup

3.1.Kesimpulan

Opini masyarakat Libanon yang terpecah dua bagian. Sebagian ada yang bangga atas kemampuan Hizbullah bertahan dari gempuran Israel, sebagian lainnya menyalahkan Hizbullah karena telah membuat infrastruktur Libanon hancur diterjang mesin perang Israel. Hizbullah yang selama ini dilihat sebagai bentuk baru perlawanan terhadap kaum zionis di Timur Tengah dan khususnya di Libanon ternyata memiliki misi – misi tersembunyi dibalik aksi – aksi yang mereka jalankan, sekumpulan kepentingan salah satu pihak telah berhasil membawa Hizbullah kekancah internasional dan dilihat dunia.

Dari tulisan pada bab pembahasan kita bisa melihat bagaimana kepentingan Hizbullah tersebut dibangun dan bagaimana strategi yang dilakukan oleh Hizbullah untuk mendapatkannya. Kepentingan ini bias dilihat dari interaksi Hizbullah dengan Israel atau Libanon dalam keterlibatan nya dengan Konflik – konflik yang terjadi diantara mereka, selain itu interaksi yang terjadi diantara Hizbullah dengan negara Syiria dan Iran. Selain itu untuk memperlihatkan keseriusannya dalam negara Libanon walaupun itu membohongi hati nurani Hizbullah sendiri, Hizbullah mau ikut beraliansi dengan partai yang tidak ia sukai. Hal ini dilakukan Hizbullah untuk tetap menjaga tujuan awalnya yaitu mendirikan negara Syi’ah Raya

Berdirinya sebuah negara Syi’ah di Libanon bukanlah hal yang tidak mungkin mengingat kuatnya pengaruh Hizbullah apalagi dengan didukung oleh dua negara yang kekuatannya di akui dunia, dan kepentingan untuk membangun negara Syi’ah Raya inilah yang berusaha dibangun oleh Hizbullah, Hizbullah akan ikut terlibat aktif dalam suatu perlawanan dengan siapa saja jika wilayah kekuasaannya atau keberadaannya di Libanon merasa terancam. Keberadaan Hizbullah di Libanon berhasil mempengaruhi keadaan system politik di Libanon sendiri, aksi – aksi yang dilakukan Hizbullah menghalangi sedikitnya pengaruh intervensi zionis terhadap Libanon.

3.2.Saran

Libanon sebagai negara yang memiliki banyak golongan seharusnya bisa menjadikan keberagaman ini sebagai alat untuk pemersatu mereka, bukan menjadi alat untuk memecah keadaan internalnya.

Keterlibatan Hizbullah dalam peperangan yang terjadi di Libanon merupakan strategi bagi Hizbullah untuk menaikan citranya dimata Internasional yang seharusnya bisa di tanggulangi oleh pemerintah Libanon sendiri.

Untuk mereda konflik yang terjadi antara Libanon dengan Hizbullah harus ada langkah sepeti Penggabungan tentara Hizbullah dan tentara Libanon dibawah pemerintahan Libanon, karena seharusnya tindakan bahu membahu antar elemen masyarakat Libanon dalam menghadapi musuh bersama mereka, Israel, supaya pertikaian ini cepat berlalu dan Libanon pun damai.

Usaha lain yang harus dilakukan oleh baik Libanon ataupun Hizbullah adalah mengurangi campur tangan pihak asing dalam menyelesaikan pertikaian yang terjadi walaupun ini sangat sulit melihat kepada hubungan Hizbullah yang selalu kurang mesra dengan Pemerintah Libanon yang terdiri dari banyak kekuatan sekte dan mazhab agama dengan berbagai agenda yang tidak selalu sama dengan Hizbullah.

Daftar Pustaka

Sumber Buku

Shaery, Roschanack.2008. Shi’ite Libanon : Transnational Religion And The Making Of National Identity. New York : Columbia University Press.

Jackson, Robert and George  Sorense. 1999. Pengantar Studi Hubungan Internasional.Pustaka Pelajar. Yogyakarta

im Youngs & Claire Taylor, 2007. International Affairs & Defence Section House Of Commons Library

Ragheb As Sirjani.  Kisah Sejarah  Aliran Syi’ah . diterjemahkan oleh Abu Hudzaifah Al Atsary.

Fred Halliday The Middle East in International Relations: Power, Politics and Ideology , Cambridge University Press .

Sumber Jurnal

jurnal of Syi’ah Islamic Studies  Auntum 2010. Vol . III. No 4.

Byman dalam jurnal foreign affairs edisi Nov-Des 2003

Libanon Overview 2010

Marie- Joelle Zahar chapter 9 power sharing in lebanon: foreign protectors, domestic peace, and democratic failure.

Yusri Hazran, The Rise of Politicized Shi‘ite Religiosity and theTerritorial State in Iraq and Lebanon.

Sumber Internet

http://basweidan.wordpress.com/2009/10/23/kisah-hizbullah

http://kainsa.wordpress.com/2007/08/18/libanon-dan-konfliksektarian/

http://musakazhim.wordpress.com/2008/05/09/lebanon-di-ambang-perang-saudara/

http://rismandukhan.multiply.com/journal/item/71/Fenomena_Iran_Hizbullah_Bagian-1

http://www.windowsmarketplace.com/?WT.mc_id=0806_083

http://bataviase.co.id/node/189305

http://bataviase.co.id/node/191073

http://indonesian.irib.ir/index.php?option=com_content&view=article&id=28424:setelah-hiu-mossad-manfaatkan-burung-nazar-mata-matai-saudi&catid=17:berita3&Itemid=18

http://muhsinlabib.wordpress.com/2009/06/12/suriah-tak-khianati-hizbullah-sebuah-bantahan/


[1] Drs. Riza sihbudi merupakan peneliti ppw – lipi ,ketua ismes, ketua yipika ( yayasan insane politika ) jakarta, dan staf  pengajar di fisip ui depok. Bab 3 hal : 22

[2] Libanon merupakan daerah yang terletak di Timur Tengah berbatasans ebelah timur dan utara dengan Syria  dan sebelah selatan dengan Israel.

[3] Perang saudara adalah perang yang meilbatkan 2 kelompok yang berada dikawasan yang sama tapi memiliki keyakinan yang berbeda dalam melihat sebuah fenomena yang terjadi didunia.

[4] Teroris adalah  sekelompok orang yang terorganisir yang melakukan aksi – aksi yang kejam dalam menjalankan misi mereka.

[5] dikutip dari middle east foreign policy, vol. Xvii, no. 2, summer 2010

[6] robert J & G. Sorensen pengantar ilmu hubungan internasional hal : 307

[7] sistem konfensionalisme merupakan sistem yang membagi kekuasaan seadilnya diantara aliran agama yang berbeda – beda.

[8] diambil dari wikipedia ( 24 november 2010  jam 4 pm)

[9] Pembagian ini diatur ketika Libanon masih dikuasai oleh negara Prancis, dan ditetapkan tahun 1931. Diambil dari http://hbmulyana.wordpress.com/2008/02/19/sejarah-mengenai-suriah-dan-lebanon/ . akses tanggal 26 November 2010, 12. 10 pm.

[10] diambil dari jurnal of syi’ah islamic studies  auntum 2010. Vol . Iii. No 4.

[11] byman dalam jurnal foreign affairs edisi nov-des 2003

[12] tim youngs & claire taylor international affairs & defence section house of commons library

[13] dikutip dari tulisan abu hudzaifah al atsary terjemahan dari buku karangan dr. Ragheb as sirjani

[14] middle east institute “the rise of politicized shi‘ite religiosity and theterritorial state in iraq and lebanon” yusri hazran

[15] Perjanjian Syiah  melarang  melakukan kerjasana dengan   pihak yang tidak mendukung program syiah

[16] buffer state : merupakan negara penyangga yang di jadikan sebagai banteng pertahanan oleh suatu negara juga.

[17] Dibunuh karena Israel melihat kekuatan Hizbullah semakin meningkat apalagi dengan kedekatan Hizbullah dengan Iran yang senantiasa menyediakan persenjataan bagi Hizbullah. (  Middle east policy, vol. Xvii, no. 2, summ er 2010. Washington and hezbollah: a rare convergence of interests imad mansour.

[18].changing the lebanese constitution: a postmodern history john j. Donohue, s.j

[19] Perdana Mentri Libanon

[20] Tim youngs & claire taylor  the crisis in lebanon international affairs & defence section house of commons library

[21] Rassemblement Canadien pour le Liban (RCPL)  “ History Of Libanaon.

[22] tim youngs & claire taylor  the crisis in lebanon international affairs & defence section house of commons library

[23] Perang disebabkan karena penculikan 2 orang tentara Israel oleh Libanon.

[24]Serangan israel yang tidak berhenti selama 33 hari terhadap negara libanon. http://en.wikipedia.org/wiki/Timeline_of_the_2006_Lebanon_War_%28July%29#July_12.diakses tanggal 1 desember 2010 jam 09.00 pm

[25] disproportionate force: israel’s concept of response in light of the second lebanon war oleh  by siboni, gabriel. Tel aviv univercity.

[26] Tahun dimana Hizbullah memenangkan pertikaian dengan Israel tahun 2006 lebih tepanya lagi 30 desember 2006.

[27] Fuad Seniora merupakan Perdana Mentri Libanon yang beraliran Sunny.

[28] Libanon Overview 2010

[29] Artikel Libanon Overview 2010

[30] Dr. Ragheb As Sirjani “Kisah Hizbullah “ diterjemahkan oleh Abu Hudzaifah Al Atsary

[31] Dikutip dari artikel Bjorn Moller “ Conflict Theory “ Research Center on Development and Internastional Relations, Aalborg Univercity.

 
14 Comments

Posted by on March 2, 2011 in aku dia dan mereka

 

14 responses to “mencoba untuk menulisssssss

  1. debby109

    March 2, 2011 at 4:25 am

    ne kayaknya lanjutan tugas presentasi mid east kita deh beibh???

     
  2. shanteukie

    March 2, 2011 at 4:35 am

    hehhhehehe,,,
    iya beib,,,tp lebih mendalam aj tulisan ini,,,,
    yang mideast kemaren kan g dikupas secara tajam,,,

     
  3. jaceyscandinavian13

    March 2, 2011 at 4:54 am

    hmmm..
    masi ada kaitannya sm terrorisme & transnational crimes nih jagiya..
    lumayan buat referensi..
    hehehe

     
  4. Nanda Oktavia

    March 2, 2011 at 5:59 am

    ini bakalan jadi calon proposal skripsi kmu jagiya?
    ak suka daftar pustakanya..

     
  5. stivannikyunnietentacle

    March 2, 2011 at 7:00 am

    ajiiiieeeee….chukae!
    well, Lebanon negara yang unik! ju2r, ak mulei ngeh sejak baca paper kam dulu! hiaahh ketauan😛.. pembagian sistem pemerintahnya, terutama!

    mampir juga donk, k blog gw😀
    Langang c, ndak bakomen…
    *urang mancigap2 nyeaahhh…haha poor!
    vanisitioktovani.blogspot.com
    *komen+follow yaaa… :))

     
  6. Monalisa Wirta Fella

    March 2, 2011 at 7:07 am

    ayo kembangkan…..

     
  7. Anchovy

    March 2, 2011 at 7:14 am

    nuhuun..numpang bentar, ntar bole d hapus..

    tes..tes..

     
  8. Between Monkey and Anchovy

    March 2, 2011 at 7:16 am

    punten neng..numpang bentar, ntar bole d hapus..

    tes..tes..

     
  9. Anchovy

    March 2, 2011 at 7:30 am

    numpang lagi…

    bole d hapus..

     
  10. Anchovy

    March 2, 2011 at 7:43 am

    ciek lae ko nyo..
    silakan di hapus..
    mianhae..

     
    • shanteukie

      March 2, 2011 at 8:08 am

      gak akan aku hapus jgyaaaaaaa
      hahahaha

       
  11. stivannikyunnietentacle

    March 2, 2011 at 8:30 am

    anchovy??? sia taww?? ~kkkk
    dek a uni anchovy ko?😛

     
  12. Monalisa Wirta Fella

    March 3, 2011 at 10:03 am

    nanda tes mulu…..

    kasih koment donk…

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: